Persamaan Garis Lurus (PGL) menjadi salah satu materi matematika penting yang dipelajari pada jenjang SMP hingga SMA. Melalui konsep ini, Anda dapat memahami hubungan dua variabel yang digambarkan dalam bentuk garis lurus pada bidang koordinat. Dengan mempelajari persamaan garis lurus, Anda juga dapat mengetahui kemiringan garis, titik potong, serta hubungan antar titik dalam sebuah grafik.
Dalam pembahasan ini, Anda akan mempelajari berbagai hal terkait Persamaan Garis Lurus (PGL) mulai dari rumus dasar, sifat-sifat garis, hingga cara menentukan persamaan garis dari beberapa kondisi tertentu. Agar lebih mudah dipahami, materi ini juga dilengkapi contoh soal beserta pembahasannya sehingga membantu Anda memahami penerapannya dalam berbagai permasalahan matematika.
Pengertian Persamaan Garis Lurus

Persamaan Garis Lurus (PGL) adalah hubungan matematis antara dua variabel yang jika digambarkan pada bidang koordinat Kartesius akan membentuk garis lurus. Persamaan ini menunjukkan hubungan linear antara variabel x dan y, di mana perubahan nilai pada satu variabel diikuti perubahan yang tetap dan teratur pada variabel lainnya. Hubungan linear ini menunjukkan pola perubahan yang konstan sehingga setiap pasangan nilai x dan y yang memenuhi persamaan akan terletak pada satu garis yang sama.
Dalam matematika, bentuk umum persamaan garis lurus adalah y = mx + c. Nilai m adalah gradien atau kemiringan garis yang menunjukkan besar perubahan nilai y terhadap perubahan x. Gradien juga menentukan arah garis, apakah garis tersebut naik, turun, atau sejajar dengan sumbu x. Sementara itu, nilai c adalah titik potong garis terhadap sumbu y, yaitu nilai y ketika x bernilai 0.
Persamaan garis lurus juga dapat dituliskan dalam beberapa bentuk lain, seperti bentuk gradien-titik dan bentuk dua titik. Bentuk tersebut digunakan ketika informasi yang diketahui berbeda, misalnya diketahui dua titik pada garis atau diketahui satu titik dan nilai gradiennya. Dengan memahami berbagai bentuk persamaan ini, Anda dapat menentukan persamaan garis dari grafik, dari dua titik yang diketahui, maupun dari hubungan antar variabel dalam suatu masalah matematika.
Rumus Persamaan Garis Lurus

Rumus persamaan garis lurus digunakan untuk menentukan hubungan linear antara dua variabel pada bidang koordinat Kartesius. Dalam matematika, persamaan garis dapat dituliskan dalam beberapa bentuk sesuai dengan informasi yang diketahui. Berikut rumus persamaan garis lurus:
1. Bentuk Gradien Titik Potong
Bentuk ini adalah rumus yang paling sering digunakan dalam persamaan garis lurus karena langsung menunjukkan gradien garis serta titik potongnya dengan sumbu y. Melalui bentuk ini, Anda dapat dengan mudah menggambar grafik garis hanya dengan mengetahui nilai kemiringan garis dan titik awalnya pada sumbu y.
Rumus:
y = mx + c
Keterangan:
m = gradien atau kemiringan garis
c = titik potong garis terhadap sumbu y
x dan y = variabel pada koordinat Kartesius
2. Bentuk Gradien Titik
Bentuk gradien titik menggambarkan persamaan garis yang diketahui melalui satu titik tertentu dan memiliki nilai gradien yang sudah ditentukan. Dengan memanfaatkan koordinat titik tersebut serta kemiringan garis, Anda dapat menyusun persamaan garis tanpa harus mengetahui titik potong garis terhadap sumbu y.
Rumus:
y − y₁ = m(x − x₁)
Keterangan:
(x₁, y₁) = titik yang diketahui pada garis
m = gradien garis
3. Bentuk Dua Titik
Bentuk dua titik menggambarkan persamaan garis yang melalui dua titik berbeda pada bidang koordinat. Dengan mengetahui koordinat kedua titik tersebut, Anda dapat menentukan nilai gradien garis berdasarkan perubahan nilai x dan y. Setelah gradien diperoleh, persamaan garis yang menghubungkan kedua titik tersebut dapat disusun sehingga posisi garis pada bidang koordinat dapat diketahui dengan tepat.
Rumus:
(y − y₁) / (y₂ − y₁) = (x − x₁) / (x₂ − x₁)
Keterangan:
(x₁, y₁) dan (x₂, y₂) = dua titik yang dilalui garis
Sifat-Sifat Persamaan Garis Lurus
Persamaan garis lurus memiliki beberapa sifat penting yang berkaitan dengan bentuk, arah, dan posisi garis pada bidang koordinat Kartesius. Sifat-sifat berikut membantu Anda memahami bagaimana suatu garis terbentuk serta hubungan antara gradien, titik potong, dan arah garis tersebut.
1. Memiliki Gradien yang Tetap
Salah satu sifat utama persamaan garis lurus adalah memiliki gradien yang konstan. Gradien menunjukkan perbandingan perubahan nilai y terhadap perubahan nilai x pada suatu garis. Karena nilainya tetap, setiap kenaikan atau penurunan pada nilai x akan diikuti perubahan y dengan perbandingan yang sama. Inilah yang menyebabkan grafik persamaan linear selalu membentuk garis lurus dan tidak berubah arah.
2. Grafik Berbentuk Garis Lurus
Semua pasangan nilai x dan y yang memenuhi persamaan garis lurus akan terletak pada satu garis yang sama pada bidang koordinat Kartesius. Hal ini terjadi karena hubungan antara kedua variabel bersifat linear, sehingga perubahan nilai berlangsung secara teratur dan konsisten. Oleh karena itu, grafik dari persamaan ini selalu berupa garis lurus, bukan kurva atau bentuk lengkung seperti pada fungsi kuadrat.
3. Memiliki Titik Potong dengan Sumbu Koordinat
Persamaan garis lurus umumnya memiliki titik potong dengan sumbu koordinat, yaitu sumbu x dan sumbu y. Titik potong dengan sumbu y dapat diketahui langsung dari konstanta pada persamaan y = mx + c, yaitu ketika nilai x sama dengan nol. Sementara itu, titik potong dengan sumbu x dapat ditentukan dengan membuat nilai y sama dengan nol, kemudian mencari nilai x yang memenuhi persamaan tersebut.
4. Nilai Gradien Menentukan Arah Garis
Gradien juga menentukan arah atau kecenderungan garis pada grafik. Jika nilai gradien positif, garis akan bergerak naik dari kiri ke kanan yang menunjukkan bahwa nilai y bertambah ketika x bertambah. Sebaliknya, jika gradien bernilai negatif, garis akan bergerak turun dari kiri ke kanan yang menunjukkan bahwa nilai y berkurang ketika x bertambah. Jika gradien bernilai nol, maka garis akan sejajar dengan sumbu x dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
5. Dua Titik Menentukan Satu Garis
Dalam geometri koordinat, dua titik yang berbeda dapat menentukan satu garis lurus secara pasti. Jika diketahui koordinat dua titik pada bidang Kartesius, Anda dapat menghitung gradien garis dari perbandingan perubahan nilai y terhadap perubahan nilai x. Setelah gradien diketahui, persamaan garis yang melalui kedua titik tersebut dapat disusun sehingga posisi dan arah garis dapat digambarkan dengan jelas pada grafik.
Contoh Soal Persamaan Garis Lurus
Soal 1
Bentuk umum persamaan garis lurus adalah …
A. y = ax² + bx + c
B. y = mx + c
C. x = y² + c
D. y = a/x
E. x² + y² = r²
Jawaban: B
Pembahasan:
Persamaan garis lurus digunakan untuk menggambarkan hubungan linear antara dua variabel pada bidang koordinat Kartesius. Bentuk yang paling umum digunakan adalah y = mx + c karena persamaan ini secara langsung menunjukkan dua unsur penting dari suatu garis, yaitu gradien (m) dan titik potong dengan sumbu y (c).
Soal 2
Gradien dari persamaan y = 4x + 7 adalah …
A. 4
B. 7
C. −4
D. 3
E. 11
Jawaban: A
Pembahasan:
Dalam bentuk umum persamaan garis lurus y = mx + c, huruf m menunjukkan nilai gradien atau kemiringan garis. Gradien menggambarkan besar perubahan nilai y terhadap setiap perubahan nilai x pada grafik. Pada persamaan y = 4x + 7, angka yang berada di depan variabel x adalah 4 sehingga nilai gradien garis tersebut adalah 4.
Soal 3
Titik potong garis y = 3x + 5 dengan sumbu y adalah …
A. (0,3)
B. (5,0)
C. (0,5)
D. (3,0)
E. (5,3)
Jawaban: C
Pembahasan:
Titik potong dengan sumbu y terjadi saat x = 0.
y = 3(0) + 5
y = 5
Jadi titik potongnya adalah (0,5).
Soal 4
Gradien dari garis yang melalui titik (2,3) dan (4,7) adalah …
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Jawaban: B
Pembahasan:
Gradien garis:
m = (y₂ − y₁) / (x₂ − x₁)
= (7 − 3) / (4 − 2)
= 4 / 2
= 2.
Soal 5
Persamaan garis yang memiliki gradien 2 dan memotong sumbu y di titik 3 adalah …
A. y = 2x + 3
B. y = 3x + 2
C. y = 2x − 3
D. y = x + 3
E. y = 3x − 2
Jawaban: A
Pembahasan:
Gunakan bentuk y = mx + c.
Diketahui m = 2 dan c = 3.
Maka persamaannya adalah y = 2x + 3.
Soal 6
Gradien dari garis y = −5x + 1 adalah …
A. −5
B. 5
C. −1
D. 1
E. 6
Jawaban: A
Pembahasan:
Persamaan garis lurus umumnya dituliskan dalam bentuk y = mx + c, dimana m menunjukkan nilai gradien atau kemiringan garis. Gradien menggambarkan perbandingan perubahan nilai y terhadap perubahan nilai x pada suatu garis. Pada persamaan y = −5x + 1, angka yang berada di depan variabel x adalah −5 sehingga nilai gradien garis tersebut adalah −5, yang menunjukkan bahwa arah garis menurun dari kiri ke kanan.
Soal 7
Jika gradien suatu garis bernilai positif, maka arah garis pada grafik adalah …
A. Mendatar
B. Turun dari kiri ke kanan
C. Naik dari kiri ke kanan
D. Sejajar sumbu y
E. Berbentuk kurva
Jawaban: C
Pembahasan:
Gradien menunjukkan arah dan tingkat kemiringan suatu garis pada bidang koordinat. Jika nilai gradien bernilai positif, maka setiap kenaikan nilai x akan diikuti oleh kenaikan nilai y. Hal ini menyebabkan grafik garis bergerak naik dari kiri ke kanan, sehingga arah garis pada grafik terlihat meningkat.
Soal 8
Titik potong garis y = 2x − 6 dengan sumbu x adalah …
A. (3,0)
B. (0,3)
C. (6,0)
D. (−3,0)
E. (0,6)
Jawaban: A
Pembahasan:
Titik potong sumbu x terjadi ketika y = 0.
0 = 2x − 6
2x = 6
x = 3
Jadi titiknya (3,0).
Soal 9
Gradien garis yang sejajar dengan sumbu x adalah …
A. 1
B. −1
C. 0
D. Tidak terhingga
E. 2
Jawaban: C
Pembahasan:
Gradien menunjukkan perubahan nilai y terhadap perubahan nilai x pada suatu garis. Garis yang sejajar dengan sumbu x memiliki nilai y yang tetap meskipun nilai x berubah. Karena tidak terjadi perubahan pada nilai y, maka perbandingan perubahan y terhadap x bernilai 0 sehingga gradien garis tersebut adalah 0.
Soal 10
Persamaan garis yang melalui titik (0,4) dan memiliki gradien 3 adalah …
A. y = 3x + 4
B. y = 4x + 3
C. y = 3x − 4
D. y = x + 4
E. y = 4x − 3
Jawaban: A
Pembahasan:
Gunakan bentuk y = mx + c.
Diketahui m = 3 dan titik (0,4) adalah titik potong sumbu y sehingga c = 4.
Persamaannya adalah y = 3x + 4.
Persamaan Garis Lurus (PGL) merupakan konsep penting dalam matematika yang membantu Anda memahami hubungan linear antara dua variabel pada bidang koordinat Kartesius. Melalui persamaan ini, Anda dapat menentukan gradien garis, titik potong dengan sumbu koordinat, serta arah garis pada grafik. Pemahaman tentang PGL juga memudahkan Anda dalam menganalisis grafik dan hubungan antar variabel dalam berbagai permasalahan matematika.
Dengan mempelajari pengertian, rumus, sifat-sifat, serta contoh soal Persamaan Garis Lurus, Anda dapat memahami konsep ini secara lebih menyeluruh. Latihan soal secara rutin juga akan membantu Anda semakin terbiasa menentukan persamaan garis dan membaca grafik dengan tepat, sehingga konsep persamaan garis lurus dapat diterapkan dengan lebih mudah dalam berbagai situasi matematika.
