Aritmatika sosial merupakan materi matematika yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Topik ini mencakup berbagai perhitungan seperti harga beli, harga jual, keuntungan, kerugian, diskon, hingga konsep bruto, neto, dan tara yang sering digunakan dalam transaksi jual beli.
Melalui latihan soal aritmatika sosial, Anda dapat memahami cara menerapkan konsep tersebut dalam berbagai situasi nyata. Artikel Contoh Soal Aritmatika Sosial + Kunci Jawaban dan Pembahasannya ini membantu Anda mempelajari berbagai tipe soal sekaligus memahami langkah penyelesaiannya secara lebih jelas.
Materi yang dipelajari di Aritmatika Sosial

Berikut materi lengkap Aritmatika Sosial yang perlu Anda pahami secara menyeluruh, karena setiap konsep di dalamnya tidak hanya melatih ketelitian dalam berhitung, tetapi juga membangun pemahaman logis terhadap berbagai situasi ekonomi yang sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari.
Aritmatika sosial merupakan cabang matematika yang mempelajari berbagai perhitungan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini membahas konsep seperti harga beli, harga jual, keuntungan, kerugian, diskon, pajak, serta perhitungan bruto, neto, dan tara. Melalui aritmatika sosial, Anda dapat memahami bagaimana matematika digunakan untuk menghitung nilai transaksi secara lebih tepat.
Dalam praktiknya, aritmatika sosial sering diterapkan dalam kegiatan jual beli di pasar, toko, maupun dalam usaha sederhana. Pemahaman terhadap konsep ini membantu seseorang menentukan harga, menghitung keuntungan, serta mengambil keputusan ekonomi secara lebih rasional.
Ciri-Ciri Aritmatika Sosial
Aritmatika sosial memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari materi matematika lainnya. Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa konsep yang dipelajari berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.
1. Berkaitan dengan Kegiatan Jual Beli
Sebagian besar perhitungan dalam aritmatika sosial berkaitan dengan transaksi perdagangan seperti menentukan harga jual, menghitung diskon, maupun mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian.
2. Menggunakan Persentase dalam Perhitungan
Banyak konsep dalam aritmatika sosial menggunakan persentase, misalnya dalam menghitung diskon, pajak, keuntungan, atau kerugian. Persentase membantu menunjukkan perbandingan nilai secara lebih jelas.
3. Disajikan dalam Bentuk Soal Cerita
Soal aritmatika sosial umumnya berbentuk soal cerita yang menggambarkan situasi transaksi nyata. Oleh karena itu, kemampuan memahami informasi dalam soal menjadi bagian penting dalam menyelesaikannya.
4. Berkaitan dengan Kehidupan Sehari-hari
Materi ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga sering ditemui dalam aktivitas ekonomi sehari-hari seperti berbelanja, berdagang, atau menghitung keuntungan usaha.
Konsep – Konsep Penting dalam Aritmatika Sosial
Dalam mempelajari aritmatika sosial, terdapat beberapa konsep dasar yang perlu Anda pahami agar dapat menyelesaikan berbagai jenis soal dengan tepat. Konsep – konsep penting dalam aritmatika sosial sebagai berikut:
1. Harga Beli dan Harga Jual
Harga beli adalah harga yang dikeluarkan pedagang untuk memperoleh suatu barang, sedangkan harga jual merupakan harga yang ditetapkan ketika barang tersebut dijual kepada pembeli. Selisih antara kedua harga ini menentukan apakah pedagang memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian.
2. Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan terjadi ketika harga jual suatu barang lebih tinggi daripada harga belinya. Sebaliknya, kerugian terjadi jika harga jual lebih rendah dari harga beli. Perhitungan ini sering digunakan untuk mengetahui hasil dari suatu kegiatan perdagangan.
3. Persentase Keuntungan dan Kerugian
Selain mengetahui besar keuntungan atau kerugian, dalam aritmatika sosial juga dihitung persentasenya. Persentase ini menunjukkan perbandingan keuntungan atau kerugian terhadap harga beli barang.
4. Diskon atau Potongan Harga
Diskon merupakan potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli. Biasanya diskon dinyatakan dalam bentuk persentase dari harga awal barang.
5. Pajak dalam Transaksi
Pajak adalah tambahan biaya yang dikenakan pada suatu barang atau jasa. Dalam perhitungan aritmatika sosial, pajak biasanya dihitung sebagai persentase dari harga barang.
6. Bruto, Neto, dan Tara
Bruto adalah berat total barang beserta kemasannya, neto merupakan berat bersih barang tanpa kemasan, sedangkan tara adalah berat kemasan itu sendiri. Hubungan ketiganya sering digunakan dalam perhitungan berat barang dalam perdagangan.
Contoh Soal Aritmatika Sosial

Contoh soal aritmatika sosial berikut disusun untuk membantu Anda memahami penerapan konsep matematika dalam kegiatan jual beli. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar proses belajar menjadi lebih jelas dan terarah.
Soal 1
Seorang pedagang membeli 20 buku tulis dengan harga Rp3.500 per buku. Semua buku tersebut kemudian dijual kembali dengan harga Rp4.200 per buku. Berapakah keuntungan total yang diperoleh pedagang tersebut dari penjualan semua buku?
A. Rp10.000
B. Rp12.000
C. Rp14.000
D. Rp16.000
E. Rp18.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Harga beli satu buku adalah Rp3.500, sedangkan harga jualnya Rp4.200. Keuntungan per
buku berarti Rp4.200 − Rp3.500 = Rp700.
Jumlah buku yang dijual adalah 20 buah sehingga keuntungan totalnya adalah 20 × Rp700 = Rp14.000.
Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh pedagang dari seluruh penjualan buku adalah Rp14.000.
Soal 2
Sebuah toko membeli sebuah tas dengan harga Rp120.000. Tas tersebut kemudian dijual dengan harga Rp150.000. Berapakah persentase keuntungan yang diperoleh toko tersebut?
A. 20%
B. 22,5%
C. 25%
D. 27,5%
E. 30%
Jawaban: C
Pembahasan:
Keuntungan diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli. Selisihnya adalah Rp150.000 − Rp120.000 = Rp30.000.
Persentase keuntungan dihitung dengan rumus keuntungan dibagi harga beli lalu dikali 00%.
Jadi persentase keuntungan = (30.000 / 120.000) × 100% = 25%.
Soal 3
Seorang pedagang membeli 50 kg beras dengan harga Rp12.000 per kg. Karena sebagian rusak, ia menjual seluruh beras dengan harga Rp10.800 per kg. Berapakah kerugian yang dialami pedagang tersebut?
A. Rp50.000
B. Rp60.000
C. Rp70.000
D. Rp80.000
E. Rp90.000
Jawaban: B
Pembahasan:
Harga beli total beras adalah 50 × Rp12.000 = Rp600.000.
Harga jual totalnya adalah 50 × Rp10.800 = Rp540.000.
Kerugian dihitung dari selisih harga beli dan harga jual, yaitu Rp600.000 − Rp540.000 = Rp60.000.
Soal 4
Sebuah jaket memiliki harga Rp250.000. Toko memberikan diskon sebesar 20% kepada pembeli. Berapakah harga yang harus dibayar setelah mendapatkan potongan harga tersebut?
A. Rp180.000
B. Rp190.000
C. Rp195.000
D. Rp200.000
E. Rp210.000
Jawaban: D
Pembahasan:
Diskon yang diberikan adalah 20% dari harga awal. Besarnya potongan adalah 20% × Rp250.000 = Rp50.000.
Harga setelah diskon diperoleh dengan mengurangi harga awal dengan potongan tersebut.
Jadi harga yang harus dibayar adalah Rp250.000 − Rp50.000 = Rp200.000.
Soal 5
Sebuah barang berharga Rp400.000 dikenakan pajak penjualan sebesar 10%. Berapakah total harga yang harus dibayar pembeli setelah pajak ditambahkan?
A. Rp420.000
B. Rp430.000
C. Rp440.000
D. Rp450.000
E. Rp460.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Besarnya pajak adalah 10% dari harga barang. Jadi pajak yang dikenakan sebesar 10% × Rp400.000 = Rp40.000.
Harga akhir setelah pajak adalah harga barang ditambah pajak tersebut.
Total pembayaran menjadi Rp400.000 + Rp40.000 = Rp440.000.
Soal 6
Sebuah karung gula memiliki berat bruto 52 kg dan tara 2 kg. Berapakah berat bersih (neto) gula yang terdapat di dalam karung tersebut?
A. 48 kg
B. 49 kg
C. 50 kg
D. 51 kg
E. 52 kg
Jawaban: C
Pembahasan:
Bruto adalah berat total barang beserta kemasannya. Tara adalah berat kemasan saja.
Berat bersih atau neto diperoleh dari bruto dikurangi tara.
Jadi neto = 52 kg − 2 kg = 50 kg.
Soal 7
Sebuah toko memberikan diskon bertingkat pada sebuah sepatu yang berharga Rp300.000. Diskon pertama 10% dan diskon kedua 5%. Berapakah harga akhir sepatu setelah kedua diskon tersebut diberikan?
A. Rp256.500
B. Rp255.000
C. Rp250.000
D. Rp248.500
E. Rp245.000
Jawaban: A
Pembahasan:
Diskon pertama 10% dari Rp300.000 sehingga potongannya Rp30.000. Harga setelah diskon pertama menjadi Rp270.000.
Diskon kedua sebesar 5% dihitung dari harga yang sudah didiskon, yaitu 5% × Rp270.000 = Rp13.500.
Harga akhir sepatu menjadi Rp270.000 − Rp13.500 = Rp256.500.
Soal 8
Seorang pedagang membeli sebuah sepeda dengan harga Rp1.200.000 dan ingin memperoleh keuntungan 15%. Berapakah harga jual sepeda tersebut agar keuntungan yang diinginkan tercapai?
A. Rp1.320.000
B. Rp1.350.000
C. Rp1.360.000
D. Rp1.380.000
E. Rp1.400.000
Jawaban: D
Pembahasan:
Keuntungan yang diinginkan adalah 15% dari harga beli. Jadi keuntungan yang ditargetkan adalah 15% × Rp1.200.000 = Rp180.000.
Harga jual diperoleh dari harga beli ditambah keuntungan tersebut.
Maka harga jual sepeda = Rp1.200.000 + Rp180.000 = Rp1.380.000.
Soal 9
Seorang pedagang membeli 100 buah lampu dengan harga Rp8.000 per buah. Ia menjualnya seharga Rp9.500 per buah, namun 10 lampu rusak dan tidak dapat dijual. Berapakah keuntungan atau kerugian yang dialami pedagang tersebut?
A. Untung Rp30.000
B. Untung Rp35.000
C. Untung Rp40.000
D. Untung Rp45.000
E. Untung Rp55.000
Jawaban: E
Pembahasan:
Modal awal pedagang adalah 100 × Rp8.000 = Rp800.000. Karena 10 lampu rusak, hanya 90 lampu yang dapat dijual.
Total uang hasil penjualan adalah 90 × Rp9.500 = Rp855.000.
Selisih antara hasil penjualan dan modal adalah Rp855.000 − Rp800.000 = Rp55.000 sehingga pedagang memperoleh keuntungan.
Soal 10
Sebuah toko menjual sebuah tas dengan harga Rp240.000 setelah diberi diskon 20%. Berapakah harga asli tas tersebut sebelum diberi diskon?
A. Rp280.000
B. Rp290.000
C. Rp300.000
D. Rp310.000
E. Rp320.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Harga Rp240.000 merupakan 80% dari harga asli karena telah dikurangi diskon 20%.
Untuk mencari harga awal, kita bagi harga setelah diskon dengan 80%.
Jadi harga asli = Rp240.000 ÷ 0,8 = Rp300.000.
Soal 11
Seorang pedagang membeli 30 botol minuman dengan harga total Rp450.000. Ia menjual setiap botol dengan harga Rp18.000. Berapakah keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut?
A. Rp60.000
B. Rp70.000
C. Rp80.000
D. Rp90.000
E. Rp100.000
Jawaban: D
Pembahasan:
Harga beli total adalah Rp450.000. Harga jual seluruh minuman adalah 30 × Rp18.000 = Rp540.000.
Keuntungan diperoleh dari selisih harga jual total dengan harga beli total.
Jadi keuntungan pedagang adalah Rp540.000 − Rp450.000 = Rp90.000.
Soal 12
Seorang pedagang memperoleh keuntungan sebesar Rp60.000 dari penjualan sebuah barang. Jika harga beli barang tersebut adalah Rp300.000, berapakah persentase keuntungan yang diperoleh?
A. 10%
B. 15%
C. 20%
D. 25%
E. 30%
Jawaban: C
Pembahasan:
Persentase keuntungan dihitung dari keuntungan dibagi harga beli kemudian dikalikan 100%.
Keuntungan pedagang adalah Rp60.000 sedangkan harga belinya Rp300.000.
Maka persentase keuntungan = (60.000 / 300.000) × 100% = 20%.
Soal 13
Sebuah barang dijual seharga Rp540.000 setelah dikenakan pajak 8%. Berapakah harga barang sebelum dikenakan pajak?
A. Rp500.000
B. Rp495.000
C. Rp490.000
D. Rp480.000
E. Rp475.000
Jawaban: A
Pembahasan:
Harga setelah pajak berarti 108% dari harga asli karena pajak yang dikenakan sebesar 8%.
Jika harga akhir Rp540.000 maka harga awal dapat dihitung dengan membagi 540.000 dengan 1,08.
Hasilnya sekitar Rp500.000 sehingga harga sebelum pajak adalah Rp500.000.
Soal 14
Sebuah toko memberikan dua pilihan diskon untuk sebuah televisi seharga Rp2.000.000. Pilihan pertama diskon langsung 25%, sedangkan pilihan kedua diskon 10% lalu 20%. Diskon manakah yang menghasilkan harga lebih murah?
A. Diskon 25% lebih murah
B. Diskon 10% lalu 20% lebih murah
C. Keduanya sama
D. Selisihnya Rp50.000
E. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika diskon langsung 25%, harga menjadi 75% × Rp2.000.000 = Rp1.500.000.
Jika diskon bertingkat, pertama 10% sehingga harga menjadi Rp1.800.000 lalu dipotong 20% sehingga menjadi Rp1.440.000.
Karena Rp1.440.000 lebih kecil daripada Rp1.500.000 maka diskon bertingkat memberikan harga lebih murah.
Soal 15
Seorang pedagang membeli 40 kg buah dengan harga Rp15.000 per kg. Ia menjual seluruh buah tersebut dengan total Rp720.000. Berapakah persentase keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut?
A. 15%
B. 18%
C. 20%
D. 25%
E. 30%
Jawaban: C
Pembahasan:
Modal awal pedagang adalah 40 × Rp15.000 = Rp600.000.
Hasil penjualan seluruh buah adalah Rp720.000 sehingga keuntungan yang diperoleh Rp120.000.
Persentase keuntungan = (120.000 / 600.000) × 100% = 20%.
Soal 16
Sebuah toko membeli barang dengan harga Rp80.000 dan menjualnya dengan kerugian 10%. Berapakah harga jual barang tersebut?
A. Rp70.000
B. Rp72.000
C. Rp74.000
D. Rp76.000
E. Rp78.000
Jawaban: B
Pembahasan:
Kerugian 10% berarti harga jual hanya 90% dari harga beli.
Harga jual dihitung dengan 90% × Rp80.000.
asilnya adalah Rp72.000 sehingga pedagang menjual barang tersebut dengan harga Rp72.000.
Soal 17
Seorang pedagang memiliki modal Rp1.000.000 untuk membeli barang. Setelah semua barang terjual, ia memperoleh pendapatan Rp1.250.000. Berapakah keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut?
A. Rp200.000
B. Rp225.000
C. Rp240.000
D. Rp250.000
E. Rp260.000
Jawaban: D
Pembahasan:
Pendapatan adalah total uang yang diperoleh dari penjualan barang.
Untuk mengetahui keuntungan, kita kurangi pendapatan dengan modal awal yang digunakan.
Jadi keuntungan = Rp1.250.000 − Rp1.000.000 = Rp250.000.
Soal 18
Sebuah barang seharga Rp150.000 mendapat diskon 15% dan kemudian dikenakan pajak 10% dari harga setelah diskon. Berapakah harga akhir barang tersebut?
A. Rp140.250
B. Rp139.000
C. Rp138.750
D. Rp137.500
E. Rp135.000
Jawaban: A
Pembahasan:
Diskon 15% dari Rp150.000 adalah Rp22.500 sehingga harga setelah diskon menjadi Rp127.500. Selanjutnya barang tersebut dikenakan pajak 10% dari harga setelah diskon yaitu Rp12.750. Harga akhir yang harus dibayar adalah Rp127.500 + Rp12.750 = Rp140.250.
Soal 19
Sebuah karung beras memiliki bruto 80 kg dan tara 5% dari bruto. Berapakah berat bersih beras dalam karung tersebut?
A. 74 kg
B. 75 kg
C. 76 kg
D. 77 kg
E. 78 kg
Jawaban: C
Pembahasan:
Tara adalah berat kemasan dan dalam soal disebutkan sebesar 5% dari bruto.
Berat tara = 5% × 80 kg = 4 kg. Berat bersih atau neto diperoleh dengan mengurangkan bruto dengan tara, sehingga 80 − 4 = 76 kg.
Soal 20
Seorang pedagang menjual sebuah barang seharga Rp460.000 setelah memperoleh keuntungan 15%. Berapakah harga beli barang tersebut?
A. Rp380.000
B. Rp390.000
C. Rp400.000
D. Rp420.000
E. Rp430.000
Jawaban: C
Pembahasan:
Harga jual Rp460.000 merupakan 115% dari harga beli karena pedagang mendapat keuntungan 15%. Untuk mencari harga beli, harga jual dibagi dengan 1,15.
Hasilnya adalah Rp400.000 sehingga harga beli barang tersebut adalah Rp400.000.
Melalui berbagai contoh soal aritmatika sosial di atas, Anda dapat melihat bagaimana konsep matematika digunakan dalam situasi transaksi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Perhitungan seperti keuntungan, kerugian, diskon, hingga pajak menjadi lebih mudah dipahami ketika disertai latihan soal dan pembahasan yang jelas. Dengan memahami langkah penyelesaiannya, Anda tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga melatih ketelitian dalam menganalisis informasi dari sebuah soal.
Semakin sering Anda berlatih, semakin terbiasa pula Anda mengenali pola soal aritmatika sosial yang beragam. Hal ini tentu membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis sekaligus memperkuat pemahaman konsep dasar matematika. Jadikan kumpulan contoh soal ini sebagai sarana latihan untuk mengasah kemampuan Anda agar lebih siap menghadapi berbagai bentuk soal yang berkaitan dengan aritmatika sosial.
