Ujian sekolah berbasis digital semakin praktis, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga integritas peserta. Saat asesmen berlangsung, siswa dapat mencoba membuka AI, memakai split screen, mengaktifkan floating apps, berpindah aplikasi, atau mencari jawaban melalui browser lain sehingga pengawasan menjadi lebih sulit.
Karena itu, aplikasi exambrowser mulai banyak digunakan untuk membatasi aktivitas perangkat selama ujian. Dengan sistem yang tepat, sekolah dapat menciptakan lingkungan tes yang lebih terkontrol, meminimalkan peluang kecurangan, dan menjaga proses penilaian tetap lebih adil serta konsisten.
Fitur Umum Aplikasi Exambrowser Ujian Sekolah
Aplikasi exambrowser umumnya dilengkapi fitur yang membatasi aktivitas perangkat selama ujian berlangsung. Fitur seperti lock screen, pin aplikasi, blokir notifikasi, serta disable screenshot membantu menjaga peserta tetap berada di halaman ujian dan mengurangi peluang menyimpan atau membagikan soal.
Selain itu, beberapa aplikasi juga dapat membatasi split screen, floating apps, serta perpindahan ke aplikasi lain selama tes. Dengan fitur-fitur tersebut, sekolah dapat menciptakan lingkungan ujian digital yang lebih terkontrol dan meminimalkan potensi kecurangan.
Daftar Aplikasi Exambrowser Ujian Sekolah Anti-Curang
Berbagai aplikasi exambrowser kini tersedia untuk membantu sekolah menjaga ujian digital tetap lebih aman dan terkontrol. Berikut beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan berdasarkan fitur dan fleksibilitas penggunaannya.
1. Ardata Media

Ardata Media menawarkan solusi Exambrowser Android yang dirancang untuk membantu sekolah menjalankan ujian digital dengan kontrol perangkat yang lebih ketat. Melalui layanan jasa pembuatan aplikasi exambro, sekolah dapat memiliki aplikasi ujian anti-curang Android yang dilengkapi kiosk mode, lock screen, blokir split screen dan floating apps, disable screenshot, pembatasan notifikasi, hingga deteksi ketika peserta mencoba keluar dari aplikasi.
Sistem Exambro Ardata juga terintegrasi dengan platform CBT sehingga guru dapat mengelola bank soal, jadwal ujian, token, timer, randomisasi soal dan pilihan jawaban, auto save, penilaian otomatis, hingga rekap hasil dalam satu dashboard. Ketika peserta melakukan pelanggaran, sistem dapat mencatat aktivitas tersebut dan menerapkan warning bertingkat, penguncian akun, atau tindakan lain sesuai aturan sekolah.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas custom exambrowser sekolah. Logo, warna, domain, alur ujian, jenis soal, hingga aturan keamanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga. Sistem juga mendukung berbagai format asesmen seperti pilihan ganda kompleks, matching, esai, listening, hingga soal berbasis rumus, sehingga tidak hanya cocok untuk ujian semester tetapi juga tryout, AKM, dan asesmen lainnya.
2. Extraordinary CBT
Extraordinary CBT dapat menjadi pilihan untuk sekolah yang membutuhkan sistem ujian online dengan kontrol peserta yang lebih ketat. Platform ini menyediakan exam browser yang dapat digunakan melalui ekstensi Chrome maupun aplikasi Android, sehingga akses ke tab, URL, atau aplikasi lain selama ujian bisa dibatasi sesuai pengaturan.
Dari sisi pengawasan, Extraordinary CBT menyediakan monitoring status koneksi dan progres peserta secara real-time, pengaturan sesi ujian, serta fitur reset login ketika terjadi kendala akses. Fitur-fitur tersebut membuat proses ujian lebih mudah dipantau oleh proktor dan cukup relevan untuk kebutuhan PAS, PTS, ujian sekolah, tryout, AKM, TKA, maupun seleksi internal.
3. My Exams
My Exams CBT menjadi salah satu pilihan untuk sekolah yang ingin menjalankan ujian digital dengan dukungan exam browser di berbagai perangkat. Sistem ini dapat digunakan melalui web, Android, iOS, macOS, maupun Windows, dengan integrasi My Exams Browser dan Safe Exam Browser untuk membantu membatasi aktivitas peserta selama ujian.
Dari sisi pengawasan, My Exams menyediakan monitoring real-time yang memudahkan pengawas melihat aktivitas peserta, melakukan blokir atau mengeluarkan peserta, hingga mengirim pesan saat tes berlangsung. Dukungan berbagai tipe soal serta optimasi untuk trafik tinggi membuat platform ini cukup relevan untuk sekolah yang membutuhkan sistem ujian anti-curang dengan akses yang fleksibel.
4. Examora
Examora merupakan aplikasi ujian online berbasis Android yang fokus pada pengamanan perangkat selama tes berlangsung. Sistem ini membantu sekolah membatasi aktivitas seperti screenshot, screen recording, split screen, floating apps, notifikasi, hingga navigasi keluar dari lingkungan ujian. Examora juga menggunakan token khusus agar tautan ujian hanya dapat diakses melalui aplikasi yang telah ditentukan.
Selain fitur penguncian perangkat, Examora memiliki mekanisme deteksi emulator dan pemblokiran aplikasi tertentu yang berpotensi digunakan untuk kecurangan. Penggunaannya cukup fleksibel karena sekolah dapat membuat ujian melalui platform CBT atau form yang sudah dimiliki, lalu menghubungkannya ke Examora melalui token. Berdasarkan data internal yang ditampilkan, Examora telah digunakan oleh ratusan institusi dan mencatat lebih dari 500.000 unduhan aplikasi.
5. Muara Web
Muara Web menawarkan Exam Browser yang ditujukan untuk pelaksanaan ujian online melalui PC dan laptop. Aplikasi ini membantu membatasi peserta agar tetap berada pada halaman ujian dengan fitur seperti lock system, pembatasan akses ke browser atau aplikasi lain, blokir screenshot, serta kontrol terhadap shortcut keyboard tertentu.
Exam Browser dari Muara Web juga dapat disesuaikan dengan sistem CBT, LMS, atau website ujian yang sudah digunakan oleh sekolah maupun instansi. Dukungan untuk perangkat Windows, monitoring ujian, serta pengembangan sesuai kebutuhan membuat solusi ini cocok bagi lembaga yang lebih banyak menggunakan komputer atau laptop sebagai perangkat utama saat ujian.
ujian digital yang lebih aman dan terkontrol. Sebelum memilih, pastikan fitur keamanan, kompatibilitas perangkat, kemudahan penggunaan, serta kemampuan integrasi dengan sistem CBT sudah sesuai dengan kebutuhan sekolah.