Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di dunia industri, tetapi juga tangguh dalam menciptakan peluang usaha baru melalui jalur wirausaha mandiri. Mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK / KIK) menjadi kurikulum inti yang melatih mentalitas bisnis dan keterampilan teknis siswa.
Kompetensi yang diuji dalam asesmen kejuruan PKK meliputi perencanaan peluang usaha (analisis SWOT), penyusunan Break Even Point (BEP), analisis biaya produksi (Cost of Goods Sold), pembuatan prototype produk/layanan, strategi pemasaran digital (digital marketing), hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Sebagai bahan evaluasi komprehensif menjelang uji kompetensi dan seleksi politeknik vokasi, siswa sangat disarankan berlatih menggunakan soal TKA PKK / KIK SMK 2026 yang memuat pembahasan perhitungan laba rugi dan studi kasus bisnis riil.
SMKN 9 Jakarta terus menggalakkan program Teaching Factory (TEFA) dan inkubator bisnis siswa agar teori kewirausahaan di kelas dapat langsung diwujudkan menjadi produk bernilai jual tinggi. Latihan asesmen terstandar memastikan pemahaman konseptual manajemen usaha siswa setara dengan standar industri.
Mari jadikan keterampilan vokasi sebagai modal kemandirian ekonomi dan kebangkitan industri kreatif nasional.